Islam, Kebijakan Publik, dan Transformasi Sosial di Asia Tenggara

Agama tidak dapat dilepaskan dari dinamika relasi negara dan masyarakat. Dari situ berbagai aspek menarik akan muncul seperti politik multidimensi, kebijakan publik, dan perubahan sosial dalam kaitannya dengan bentuk-bentuk kontemporer agama, komunitas keagamaan, pemikiran praktis, dan etos. Dalam konteks Asia Tenggara, tidak dapat dipungkiri bahwa pada kawasan ini Islam berkelindan dengan demografi masyarakat yang sangat multikultural dan model pemerintahan yang berbeda corak. Sebagai contoh, Islam di Malaysia akan berbeda corak dengan Islam di Thailand, Indonesia, atau Singapura. Oleh karena itu berdasarkan fakta tersebut, menjadi penting bagi kita untuk mengkaji bagaimana manajemen negara atas keragaman, kebijakan-kebijakan multikultural, aktivisme sosial, dan pola relasi negara-masyarakat.

Berpijak pada fenomena tersebut, pada hari Kamis tanggal 1 Maret 2018, Institute of Southeast Asian Islam (ISAIs) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan diskusi publik dengan tema Islam, Public Policy, and Social Transformation in Southeast Asia. Narasumber dalam agenda diskusi publik ini adalah Dicky Sofjan, Ph.D. Core doctoral faculty pada Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) yang berkedudukan di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Diskusi ini dipandu oleh moderator Bayu Mitra A. Kusuma, peneliti politik dan kebijakan publik ISAIs UIN Sunan Kalijaga dan dihadiri oleh sekitar 70 orang peserta yang berasal dari mahasiswa berbagai strata serta dosen di lingkungan UIN Sunan Kalijaga dan kampus-kampus lain di Yogyakarta.

Dalam pemaparannya, Dicky Sofjan mengemukakan bahwa Asia Tenggara adalah salah satu wilayah yang paling beragam di dunia. Dengan populasi penduduk yang dipengaruhi oleh beragam kebudayaan seperti Tiongkok, Arab, Persia, Melanesia, bahkan Eropa. Peleburan kebudayaan-kebudayaan ini kemudian membentuk masyarakat kontemporer Asia Tenggara, ekonomi politik, yang melahirkan keragaman yang unik dan representasi masyarakat multikultur dimana Islam berkembang dengan begitu pesat. Bahkan diprediksi pada tahun 2070 Islam akan menjadi agama dengan penganut terbanyak. Kemudian yang menjadi permasalahan adalah Islam seperti apa yang akan muncul dan menjadi mainstream. Karena itu dibutuhkan kebijakan yang tepat dari pemerintah dalam mengelola keragaman.

Di satu sisi selama ini banyak orang mempunyai kerangka berfikir bahwa tidak ada relasi antara agama dan kebijakan publik. Hal tersebut karena agama dianggap sebagai sesuatu yang suci, sementara kebijakan publik dianggap sangat sekuler. Agama dilandasi oleh dogma, sedangkan kebijakan publik sangat opsional dan mengedepankan rasionalitas. Namun di sisi lain ada pula pihak yang sangat ingin mendominasi ekspresi keberagamaan melalui kebijakan publik. Sebagai contoh adalah yang terjadi di Malaysia dimana kata Allah hanya boleh dipergunakan oleh penganut Islam. Sedangkan penganut agama lain dilarang menggunakan kata Allah sekalipun itu agama samawi. Sebagian orang juga berfikir bahwa beberapa negara di Asia Tenggara, Singapura misalnya, telah dikuasai oleh Tiongkok. Padahal saat ini presiden Singapura adalah seorang Muslimah Melayu bernama Fatimah Yaqob.

Melihat hal-hal tersebut, ke depan Islam harus bertransformasi dengan lebih memperhatikan dua nilai utama, yaitu aspek maslahah dan social justice. Di akhir pemaparannya, Dicky Sofjan menyimpulkan Asia Tenggara adalah kawasan yang sangat kompleks dimana Islam bersinggungan dengan berbagai isu seperti sosial politik sampai kemanusiaan dan hak azasi manusia, sehingga membutuhkan empat hal dalam menghadapi tantangan-tantangan yang berpotensi muncul. Pertama, kajian interdisipliner atau transdisipliner untuk menguraikan permasalahan-permasalahan yang ada. Kedua, intelegensi kolaboratif dalam penelitian yang juga kolaboratif. Ketiga, advokasi kebijakan berbasis pengalaman nyata. Keempat, Indonesia harus menjadi center of excellent dalam kajian studi Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *